Tuhan ada sedekat nafas

Malam ini lagi-lagi terserang flu. Seperti yang sudah-sudah itu disebabkan karena ku terlalu lelah, baik fisik dan pikiran. Semalam aku dah sempat kuatir, karena kelamaan berolahraga. Walau sempat aku stop, kejadian juga dimana stamina ku drop, dan flu berhasil menyerang.

Selalu seperti gejala yang selama ini terjadi, malam ini pun demikian; jam 8-10 puncak flu mulai menyiksaku. Terbaring di tempat tidur, memaksa untuk terlelap walau telah dibantu satu tablet neozep, namun tak kunjung tertidur karena rasa tak nyaman dari hidung mampet.
Malam ini terasa lebih berat dari biasa, karena pikiranku sedang galau terpuruk perasaan dan beban pikiran. Ditambah pula siksaan gejala2 dari flu dan perasaan melo saat seseorang sedang sakit, membuatku mulai berpikir lepas kendali.

Satu detik saat itu ..terlepas perkataan dari hati , mulai mempertanyakan keberadaan ย Tuhan.
“Tuhan apakah Engkau memang ada, kalau ada tunjukkan lah “, demikian hatiku berteriak.
Seketika itu juga, hidungku yang tadi memang mampet..kali ini bertambah mampet.. dan membuat ku makin susah bernapas lewat hidung. Dan aku pun mulai bernapas lewat mulut saja.
Susah tapi bisa; aku bertahan tapi kuatir; bertahan namun takut ; dan gila, aku panik; Never been like this before…. beneran belum pernah seperti ini.
Keringat dingin langsung mengucur di kening, leher dan sebagian badanku kupikir.
Begitu takutnya aku karena susah bernafas saat itu…
Bagaimana kalau saat itu saluran yang menghubungkan tenggorokan dan hidungku pun tersumbat oleh cairan flu yang entah bagaimana mampet disitu. Habis sudah alat ku untuk memompa oksigen ke jantung.
Bagaimana dengan orang tuaku yang histeris saat menemukan anaknya tergolek lemas di tempat tidur.
Bagaimana dengan pekerjaan-pekerjaan yang belum aku selesaikan.
Bagaimana dengan dosa yang belum aku minta ampun padaNya.

Aku begitu takutnya, dan panik. Ya itu tepatnya, panik. Aku tidak lagi mempunyai pegangan dan merasa benar2 mengkawatirkan kinerja tubuhku untuk bernafas. Selama ini aku yakin dengan kinerja tubuhku yang sehat, namun saat ini aku benar-benar tidak bisa mempercayakan tubuh ku untuk bisa diandalkan buat bernapas.

Aku memiliki tubuh yang sehat selama ini. Sakit yang kuderita selama ini hanyalah flu. Lebih dari itu tidak. Jadi flu sudah ratusan kali aku alami. Dan dengan gejala yang sama. Ratusan kali aku mengalami, mampet hidung dan bernafas hanya dengan mulut.

Namun kali ini, begitu aku melontarkan pertanyaan yang tidak sepantasnya itu, meragukan keberadaan Tuhan, rasa takut dan panik mulai menyerang. Dan seketika itu aku sadar Tuhan menegurku atau mungkin menjawab bahwa Dia ada. Dan aku merasakan Tuhan berkata,
‘ AKU didekatmu… bahkan aku mengawasi dan mengatur helaan napasmu, Doy’
‘ Tubuhmu bekerja atau pun gagal bekerja, itu karena Aku, Tuhanmu, memperbolehkannya’

Kemudian…yang aku ingat : sambil membaringkan badan menyamping menghadap ke kanan, ke arah tembok.ย Hatiku berujar doa, untuk mulai mengakui dan sadar…
‘Tuhan, engkau memang ada, aku tahu, dan maaf aku meragukan itu tadi.. meski itu pertanyaan karena aku frustasi, tapi memang aku salah.’
‘Engkau memang ada Tuhan.’
Dan dalam sekejap, aku mulai tenang, dan satu lubang hidungku mulai bisa menghirup udara. Betapa terasa longgarnya, bisa bernapas lewat hidung. Aku yakin ini bukan kebetulan.

Banyak pertanyaan diajukan orang, apa tanda atau bukti Tuhan itu ada. Salah satu jawaban yang banyak dipegang orang adalah: tampar pipimu dan kau merasakan sakit…sakit itu tidak bisa dilihat dan dibuktikan tapi bisa kau rasakan; itulah tanda Tuhan itu ada, tidak bisa dilihat tapi bisa dirasakan.
Dan masih banyak jawaban dari tiap-tiap orang yang berbeda.

Namun aku sendiri, kini memiliki jawaban sendiri,
‘Tuhan ada sedekat napasku’
‘Tiap helaan napasku naik dan turun, IA mengatur tiap seperseribu milisekon kerja napasku’

Dan jawaban itu aku peroleh setelah melalui pengalaman pribadi sendiri. Kini aku punya pengalaman pribadiku sendiri, akan pertanyaan apa yang membuktikan Tuhan itu ada.

Tuhan menghembuskan napas kehidupan saat manusia diciptakan. Dan bukan berarti setelah itu IA berhenti berperan. Seluruh tubuh manusia bekerjapun masih atas perkenananNYA. Ia mempunyai kendali dan wewenang atas kerja tubuh manusia, helaan napas kita pun termasuk dibawah wewenang dan kendaliNYA.

DIA adalah Allah Abraham, Allah Yakub, Tuhan kami Yesus Kristus, pencipta alam semesta beserta isinya. DIA begitu dekat dengan orang-orang yang mempercayaiNYA, dan janjiNYA adalah tidak pernah sekali-kalipun meninggalkannya, tak pernah sekalipun membiarkannya.

Tuhan ada sedekat napas ; by Dody Yordan

Advertisements

About Dody "doydan" Yordan

Learn to write. recently my hobby is photography. Try to start a business
This entry was posted in Rohani and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Tuhan ada sedekat nafas

  1. sari says:

    bikin merinding aja mas doy ini…. hehehe…. like ur story very much… ๐Ÿ™‚
    aq jg sering ngalami saat Tuhan ada begitu dekat dgn q… He always answer me… saat rasanya tdk mungkin.. selalu sj ada pertolongan yg tak terduga datang… He’s The Best..and He’s inside us.. JBU.. JGN LUPA SLL JAGA KONDISI BADAN.. love ur body..if u love HIM ๐Ÿ˜‰

    • Dody "doydan" Yordan says:

      Thanks like nya jeng SAr. Iya semoga menjadi berkat.
      Semalam itu begitu aku dah tenang, tergerak untuk sharing di blog, smoga jadi berkat buat pembaca. Syukurlah sudah.
      Thanks advisnya juga. Oya kamu pasti punya pengalaman yang jauh lebih dahsyat dari kami2 ini. Sharing kan aja Sar di tulisan.

  2. Daniel Purba says:

    Blog yang menarik. Kayak toserba, semua ada: foto, kisah inspiratif, wirausaha, rohani. Komplit. Saya rekomendasikan! ๐Ÿ™‚

    • Dody "doydan" Yordan says:

      ๐Ÿ™‚ Tempat menuangkan isi pikiran, unek2, hobi dll.
      thanks rekom dan visit nya Niel.
      aku juga sudah visit blogmu. Mantap juga.

  3. LeliEsy says:

    Wowww…unbelivable. Yupss..DIA hanya sejauh doa

โ–‘โ–‘โ–‘โ–‘Buku tamu, komen, pendapat, masukan, silahkan isi di bawah ya : โ–‘โ–‘โ–‘โ–‘

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s