Penyebabnya adalah ‘agama’ kita lihat aja nanti

Seperti hidup dengan lingkungan yang tidak sehat, begitu juga hubungan ini.
Hubungan tidak sehat ( dibidani oleh suatu keputusan sikap yang tak jelas, bermuara dari satu ‘agama/paham’) ini lama-lama akan kolaps digerogoti oleh bakteri, penyakit yang menyerang.

Dari hari itu sebagai awalnya, aku sudah mengkawatirkan bila begini statusnya maka berarti ada benih kecurigaan, benih pemikiran negatif, benih perselisihan yang mana akan menimbulkan banyak pertengkaran dan perbedaan yang tak terjembatani.

Akhirnya kekawatiran itu terjadi juga. Dalam 3 hari, 2 pertengkaran terjadi. Hanya karena masalah yang sebenernya kalau orang lain yang melihat itu adalah hal sepele. Kedua nya sama-sama disebabkan yang satu pihak merasa hal sepele sementara di pihak lainnya berpikiran lain. Akibatnya terjadi salah paham, kesal, kecewa, pikiran buruk, salah omong, marah dan ribut dah.

Entah ini awal atau akhir dari gerogotan ‘penyakit’ itu. Hanya kata ‘maaf’ saja yang bisa kucoba untuk menutup malam ini. Walau sempat berdoa untuk menenangkan diri, tetap terasa hambar karena hati masih panas. Setidaknya namanya masih kusebut, agar ia tenang tidur malam ini. Yahh karena aku masih sayang sama dia. Seperti koin aja lho…saat kita marah itu. Emosi di sisi satu,sisi baliknya rasa sayang. 2 sisi itu tidak bisa hilang , pasti ada. Hanya tinggal kapan sisi emosi menghadap atas, kapan sisi baliknya membalik menghadap atas.

Mengenai kedepannya biar lah aku ikutin ‘wise-word’ dia: kita lihat aja nanti. Sebenarnya aku gak bisa banget hidup dengan menganut ‘agama’ kita lihat aja nanti.  Tapi mengucapkannya ternyata enak juga. Karena memang ‘paham’ itu mengartikan bahwa kita yang mengucapkannya udah melepas tanggung jawab, sehingga terasa enak. Tidak ada komitmen, tidak ada beban untuk melunasi/mewujudkan, tak mau tahu, what will be will be dan sejenisnya. Sementara apa yang tidak ada beban pasti terasa ringan, apa yang ringan pasti enak. Makanya enak-enak aja juga kalau kita ucapkan itu.. kita lihat saja nanti. Tapi jangan jadi ‘agamamu’ ya, para pembaca. Bagaimanapun itu tidak bagus, tidak gentleman ataupun lady. 🙂

Semoga nanti ku masih bisa berdoa dengan tenang, setelah aku tuangkan sebagian energi berlebih ku ini ke dalam tulisan. Untung ada wordpress bisa jadi penyaluran emosi.
Tuhan, aku mau mengingat firmanMu, sebagaimana Rasulmu, Paulus menulis. “aku tahu kepada siapa aku percaya. dan aku yakin Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku…sampai pada hari..”
Disini kuartikan sampai pada saatnya.. apakah pada akhirnya nanti aku mendapatkan atau merelakannya.

Selama masih berjuang untuk menjalani untuk ‘menyembuhkan’ hubungan ini, aku perlu bekal 2 hal:
1. Courages, keteguhan hati
2. Morale , semangat   ( i really need this )
Di lain kesempatan , saya akan coba jabarkan kedua hal di atas.

Post ini hanya tuangan pemikiran di malam ku galau. semoga ada sepetik dua petik kata yang bisa bermanfaat buat pembaca.
Buat dek ku yang sudah tidur..seandainya kamu sampai di post ini… ini hanya curahan hati, bukan bermaksud untuk menimbulkan kesalahpahaman. Just a share.
GBU.

Penyebabnya adalah….aja nanti ; by Dody Yordan

Advertisements

About Dody "doydan" Yordan

Learn to write. recently my hobby is photography. Try to start a business
This entry was posted in Listen to my heart and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

░░░░Buku tamu, komen, pendapat, masukan, silahkan isi di bawah ya : ░░░░

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s