Mengeluh atau bersemangat adalah suatu pilihan

Mengeluh atau bersemangat adalah suatu keadaan mental kita yang ditentukan oleh keputusan kita saat itu. Jadi ia adalah suatu pilihan.
“Mentality is a state that determined by your decision. So it is an option. Lead your brain and heart to choose the wise one.” Do giordano, Lecce, 2012.

Sering kali keadaan sepertinya mendesak kita terlalu keras dari berbagai arah. Problem a belum selesai, datang si b memaksakan kehendak, tubuh yang diserang sakit c, belum lagi pekerjaan yang menghimpit, itu semua kadang membuat kita jatuh ,apalagi bila datang bersamaan.

Suatu keadaan yang sangat berat pernah aku lalui, dimana aku mengalami kegagalan hebat dari sesuatu yang aku kerjakan, disaat itu pula orang yang kuanggap dekat dan kupercaya,serta kuanggap kekuatan moril mengkianatiku pula. Dari banyak kacamata manusia normal, aku seperti merasa memiliki hak untuk jatuh/down secara mental. Namun, apakah itu akan membuat keadaan di depan lebih baik. Aku putuskan hanya beberapa hari saja untuk down. Setelah itu kuputuskan untuk bangkit, karena aku memiliki sumber kekuatan dari Atas dan tangan yang menopang. Dan tangan itu tidak akan bisa meraih ku kalau aku hanya menunggu, setidaknya aku perlu proaktif untuk mengulurkan tanganku pula untuk menyambutNya. Ora et labora. Dan pada akhirnya aku bisa bangkit dan menang dari tantangan yang kuhadapi itu, bahkan menurutku aku melewatinya dengan dahsyat. Karena NYA tentunya.

Baru baru ini salah satu famili, bibi tua ku baru selesai operasi kanker di rahim. Operasi telah berlangsung lancar dan sukses. Dan seperti biasanya memerlukan masa recovery selama kurang lebih 2 bulan.
Justru di masa recovery ini ia jatuh secara mental. Mulai kehilangan semangat dan merasa kenapa hal itu menimpanya.  Banyak yang sudah menguatkannya. Namun sepertinya belum ada kemajuan.
Satu waktu aku mengunjunginya, sambil berkata dalam hati semoga aku bisa menjadi arti baginya saat aku mengunjunginya.
Di sana aku tanyakan, apakah sih sebenernya yang paling menyiksanya saat ini. Pertanyaan itu aku lontarkan pertama, karena menurutku informasi awal agar aku bisa melanjutkan dengan masukan/saran yang tepat nantinya. Namun justru sepertinya pertanyaan itu begitu berarti baginya. Sambil kaget dan tersenyum ia berkata : “sebenernya saya sering merasa mual dan lemas-lemas..capek aku hanya bisa tidur-tiduran “.

Aku langsung dapat menyimpulkan bahwa bibi ku ini hanya mengalami masalah mental.. Bukan lagi sakit fisik, tapi mental nya ini yang perlu di kuatkan. Di sini yang saya bisa katakan, beliau salah satu contoh orang yang mengambil keputusan tidak tepat untuk membentuk keadaan mentalnya menjadi “terpuruk. Ia memilih untuk mengeluh dari pada bersemangat.

Kemudian dengan pilihan kata dan tanpa maksud sok memberi nasihat, aku utarakan bahwa itu kalau hanya mual dan lemas itu hal sepele, tidak semestinya bibi jatuh atau mengeluh seperti itu. Kemudian aku sampaikan bahwa di luar sana masih banyak orang yang merasakan sakit, perih , nyeri , terbaring di rumah. Di banding keadaannya, ia mustinya lebih bersyukur. Dan beliau mengatakan senang dengan masukan yang kuberikan, tidak menggurui dan tepat pas dengan kondisi yang dialaminya. (Holy Spirit who’s spoken).

Setelah beberapa cerita yang memovitasinya , kemudian kami berdoa.. bibi memintaku yang berdoa. Kemudian kami berdoa, ku minta pada Tuhan untuk memberinya semangat karena biar lah bibi ini sadar bahwa masa recovery ini sudah menjadi tugas ia sendiri untuk pulih..bukan lagi tugas dokter tapi ia sendiri. Perannya lah yang diperlukan saat ini.

Sungguh luar biasa, keesokan harinya ku dengar kabar bibi itu tidak jadi ke dokter, padahal sebelumnya bermaksud ke dokter. Dan bahkan sudah memilih untuk membuka pintu tokonya, dan mengasuh cucunya. Tuhan memberinya kekuatan mental.

Saya yakin, bibi telah memilih untuk tidak terus mengeluh. Namun  memutuskan sikap mentalnya untuk bangkit dan bersemangat. Dan itu yang yang akan membuatnya tambah sehat. Bukankah hati yang gembira adalah obat. Dan ini terbukti juga dari segi medis lho.
Semoga cepat sembuh dan semangat terus bi jangan terjatuh lagi.

Mari putuskan dengan bijak suasana hati kita. Sangat enak untuk mengeluh… namun  sikap itu bukanlah jawaban dan tidak membawa kebaikan apapun dari situasi yang kita hadapi. Aku mau belajar terus untuk memilih sikap mental bersemangat dan dewasa. Dengan bersemangat dapat memperbesar kemungkinan buat kita untuk menemukan solusi dari permasalahan yang kita hadapi.  Dan kita pun lebih bertenaga untuk mengatasi kendala yang kita hadapi. Tuhan tolong dewasakan aku.

Semoga pembaca juga bisa mendapat kekuatan dan berkat dari post ini.

GBU.

Link

1. Gambar mengeluhataubersemangat

Mengeluh atau bersemangat….. ; by Dody Yordan

Advertisements

About Dody "doydan" Yordan

Learn to write. recently my hobby is photography. Try to start a business
This entry was posted in Listen to my heart and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Mengeluh atau bersemangat adalah suatu pilihan

  1. Smangaattttt,,,,
    Mental dapat pulih ketika ada hal2 yg dpt menyentuh jauh ke alam bawah sadar qta,,
    🙂

    • Dody "doydan" Yordan says:

      Iya, mari kita semangat.
      Sepertinya pernah punya pengalaman mental yang terpulihkan neh.
      🙂
      Dishare juga aja, kan bisa buat penguatan bagi pembaca blogger.

░░░░Buku tamu, komen, pendapat, masukan, silahkan isi di bawah ya : ░░░░

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s