Keputusan untuk mulai berwiraswasta

Satu keputusan besar terakhir yang aku buat adalah saat aku sanggup menggerakkan 5 jari tangan kananku untuk menandatangani surat resign yang aku buat sendiri dan melanjutkannya ke meja atasan. Kali ini resignnya sekalian berhenti untuk hidup sebagai karyawan.

Membutuhkan waktu lama dan masa-masa sulit sebelum aku berani mengambil keputusan itu. Banyak hal yang menjadi pertimbanganku. Dan saya yakin juga bahwa mengambil keputusan seperti itu , yang bagi sebagian besar orang merupakan keputusan menyangkut masa depan, harus didasari oleh banyak hal. Bukan keputusan asal seperti membalikkan telapak tangan.

Salah satu hal yang ikut menjadi pertimbangan adalah situasi dimana aku selalu, selalu!, tidak cocok dengan atasanku, dan itu kurasakan selama bekerja dari awal sampai terakhir, yaitu di 3 perusahaan ( Global lintas media, Gramedia Asri media, Times Prima Indonesia). Kemudian saat itu timbul pertanyaan di benak seandainya pun aku pindah kerja lagi, pasti aku punya bos lagi, dan pasti tidak cocok lagi. Masa aku mau begitu terus. Memang aku menyadari bahwa ketidakcocokan itu terjadi karena kekurangan yang ada di diriku, yaitu tidak bisa menyesuaikan/membawa diri dengan baik. Namun itu porsentasenya kecil. Setelah menganalisa, akhirnya sampai pada keyakinan bahwa faktor besar mengapa aku memang tidak akan pernah cocok dengan atasan, adalah karena tipikal/karakterku yang ingin menjadi bebas, seperti kuda yang tidak ingin dikekang namun ia tahu harus berlari kearah mana, berhenti di mana dan kapan mencari  air untuk diminum. Aku menyebut situasi itu adalah jiwa ku memanggil agar aku mengambil keputusan berhenti menjadi karyawan. Jadi mustinya begitu ada panggilan jiwa itu, coba didengar lebih seksama agar lebih jelas terdengar, dan kemudian datangilah panggilan itu.

Namun disini saya bukannya menghimbau setiap orang untuk berhenti bekerja. Saya pikir hampir semua orang ingin berwiraswasta, namun saya tekankan tidak semua keinginan itu merupakan panggilan itu tadi. Ada beberapa orang yang memiliki karakter bisa menjadi karyawan, bahkan sudah jelas banyak karyawan yang jauh lebih sukses dibanding orang yang berwiraswasta. Kemudian ada orang-orang lain lagi yang berada dalam situasi (kenyataan hidup) yang lebih mengarahkan  mereka untuk hidup bekerja di perusahaan orang. So….singkatnya saja : jangan gegabah.

Setelah melewati beberapa bulan selepas berstatus pengangguran (calon wiraswasta), akhirnya usahaku bisa dimulai. Hari dimana aku duduk bebas terserah diriku dimana, bagaimana berpakaiannya , bagaimana caraku memanage ruang kerjaku…telah dimulai. Dan disitulah aku semakin yakin, this is my world. Aku jauh lebih enjoy dan bisa perform. Ini yang aku cari. Situasi ini yang cocok. Inilah ladangku tempat aku bekerja, ladang ku sendiri. Intinya, dengan aku memiliki ladang sendiri aku bisa bekerja dan berkarya with my own style.

Kakak iparku menanyakan ini ke saya : apa kamu sudah menemukan yang kamu inginkan? Dan jelas kujawab iya.
Setelah saya selesai menulis blog ladangku Dan sharenya tampil di wall FB ku, seorang temen memberi komentar : Your Dreams come true . Dan kubalas: iya akhirnya kumenemukannya. Sekarang masa menggarap ladang, hujannya aku percayakan yang di atas.

Satu hal pula yang menguatkan ku untuk berani mengambil keputusan ‘ganti track ‘ adalah selama ini Tuhan sudah memberi berkat dengan memampukan kita untuk bekerja dan berkarya di perusahaan di mana kita berada; masa sih Tuhan tidak melakukan itu juga saat kita punya usaha sendiri?! Dan bahkan tentunya Tuhan justru lebih memberi hujan berkat dunk saat kita menggarap ladang kita sendiri.

Dan tidak seperti dulu lagi…. kini setiap malam aku selalu tidak sabar untuk segera memulai hari baru di pagi hari, ingin segera membuka pintu toko dan melihat apa yang terjadi di situ…transaksi apa yang ada…keputusan apa yang musti dibuat…ide apa yang muncul dan bisa diterapkan… dan banyak hal lainnya.

Sambil mengepalkan tangan aku terus mengatakan ke diri sendiri, ini keputusan tepat yang telah aku buat. As long as I do the right things, that was the right decision i made. Dan bahkan aku mendapat satu bonus yaitu perubahan. Ya karena sekali lagi aku telah berani membuat perubahan dalam hidup; ganti track.

Keputusan untuk mulai berwiraswasta; by Dody Yordan

Advertisements

About Dody "doydan" Yordan

Learn to write. recently my hobby is photography. Try to start a business
This entry was posted in Listen to my heart and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Keputusan untuk mulai berwiraswasta

  1. Pingback: KETEGASAN, perlu dalam pengambilan keputusan | Dody Yordan has a mini book

░░░░Buku tamu, komen, pendapat, masukan, silahkan isi di bawah ya : ░░░░

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s